Sunday, 14 October 2018

PERLUNYA TOKO OLEH-OLEH BUAT KWT

Wonogiri, merupakan Kabupaten, yang mayoritas penduduknya bercocok tanam, alias tani. Dengan penduduk yang sedemikian itu, pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Kantor Ketahanan Pangan ( KKP ), memberikan pelatihan-pelatihan memasak, menanam tanaman sayuran maupun berternak, yang selalu di bina dan di monitoring KKP.
Kemarin, Jumat, 2 Desember 2016 KKP mengadakan pelatihan di Kabupaten Wonogiri bagian selatan. Tepatnya di KWT Rahayu Widodo yang beralamatkan di RT 01, RW 03 Mojopuro Kulon, Kec. Wuryantoro. KWT yang di ketuai Ira Apriyanti ini beranggotakan 25 orang. “ Kami punya produk andalan Karak Tanpa Bleng, “ ungkapnya.


Karak Tanpa Bleng merupakan makanan berbahan dasar beras yang di masak kemudian di keringkan. Tidak hanya itu, ibu-ibu KWT Rahayu Widodo juga membuat kue Egg Roll, Bolu Gulung Mokaf dan Martabak Manis. Dengan kata lain makanan non beras juga berhasil di ciptakan oleh ibu-ibu KWT.
Keberhasilan KWT dalam membuat masakan patut di acungi jempol. Namun, mereka ada kendala, sulitnya pemasaran yang menjadi tempat di jualnya jajanan mereka.  Seharusnya jajanan-jajanan kami ada penampungnya, ada toko pusat oleh-oleh KWT di Kabupaten Wonogiri.
Keluhan sulitnya pemasaran produk olahan KWT juga di rasakan ibu-ibu KWT Giri Asri desa Pucung – Eromoko. Desa yang berada di pegunungan asri ini juga di sentuh oleh KKP Wonogiri, dengan mengadakan latihan-latihan dan juga memberikan bantuan berupa barang dan uang sejak tahun 2012 sampai sekarang 2018.

agus prasetya
Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive