Sunday, 14 October 2018

Panen Raya Kedelai PPL Jatisrono

Media Jatisrono : Panen Raya Kedelai ubinan oleh Gapoktan Rukun Santosa, desa Pule, Kec. Jatisrono yang di ketuai oleh Suwarno dan dibina oleh Riyanto, pada Selasa, 18 September 2018 . Hasil nya sangat luar biasa , kendati musim kemarau intensitas hujan yang minim , gapoktan Rukun Santosa dapat memanen 2, 7 ton / hektar,  hasil panen raya kedelai fareates delai Gepak Kuning , dengan lahan 12 hektar kelompok tani di desa Pule membuktikan keberhasilanya. Dengan potensi tanah yang sangat minim pengairan, kelompok tani di desa Pule, selain padi mampu mengembangkan delai, bawang merah dan kacang tanah. " Jadi kita setahun lahan warga 12 hektar kita tanam mi padi dua kali panen, kemudian lanjut kedelai sekali, " ucap Riyanto sang pembina gapoktan Rukun Santosa dari dinas pertanian Kec. Jatisrono.



Di sela-sela terkenalnya kota Gaplek tersemat di Kab. Wonogiri, ternyata Kab. Wonogiri mampu menghasilkan panen kedelai unggul, bawang merah dan kacang tanah. Sementara ini kedelai ubinan, dikembangkan di tiga desa yang oleh dinas pertanian Kec. Jatisrono, yaitu : desa Pule, desa Ngrompak dan desa Semen. Ketiga desa ini mempunyai kualitas tanah yang bagus buat pengembangan kedelai ubinan dan bawang merah.
" Kelompok tani Rukun Santosa mendapatkan 600 kg bibit kedelai dari pemerintah, kemudian bulan juni kemarin kita tanam di lahan warga, RT 2, RW 1 desa Pule, alhasil bisa maxsimal, " cerita Kades Pule Sutadi.
Untuk hasil yang melimpah, para petani di haruskan tepat waktu dalam menanam benihnya. Wabah penyakit pun relatif kecil, sekira 15 %, dan benih kedelai pun dapat tertanam 90 %, " imbuh Riyanto yang di temani Parmin ( kepala PPL Jatisrono).


" Rantai pemasaran kedelai fareates Gepak Kuning pun, sangat mudah, para tengkulak Kec. Slogohimo per kilo membeli harga kedelai tersebut Rp 7000/ 1 kg, dan masyarakat penjual tempe pun mau membeli dengan harga Rp 10.000/ kg kedelai, " ungkap kades.Keberhasilan petani desa Pule , Kec. Jatisrono, bisa menginspirasi kelompok petani yang lain, edukasi pendidikan dan asesmen ( pendampingan) oleh dinas pertanian Kecamatan setempat  setidaknya dapat membangun sdm petani agar lebih maju dalam mengembangkan pertanian di desa-desa . Dengan catatan fasilitas lahan, bibit, pupuk dan air terpenuhi. Namun, kendati sukses hasilkan panen raya , gapoktan Rukun Santosa yang masih membutuhkan uluran tangan pemerintah Kab. Wonogiri , diharapkan  memberikan bantuan sumur bur , untuk memenuhi kebutuhan pengairan tanaman kedelai, bawang merah, kacang panjang dan padi. ( oleh agus prasetya
Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive